Jumat, 12 Juli 2013

Meraih Rezeki Yang Mulia




Anda tahu nggak, berapa harga sekilo gula pasir sekarang? Atau seikat bayam. Kalau tiga butir tomat? Jika Anda tidak tahu, coba saja tanyakan kepada istri Anda di rumah. Atau, boleh juga bertanya kepada pembantu rumah tangga Anda yang setiap pagi bertemu dengan tukang sayur keliling. Ini bukan untuk membuat Anda pusing. Tetapi, setidaknya kita bisa menyadari apa yang saat ini tengah terjadi. Sebab bagaimana pun juga, orang yang sadar bisanya lebih waspada daripada mereka yang tidak menyadari apa yang terjadi disekelilingnya, bukan?
 
Pagi itu, saya sedang asyik didepan komputer. Ide-ide beterbangan mengitari kepala saya. Dan jemari tangan ini terus menari diantara toots-toots keyboard. Tiba-tiba terdengar istri saya berbicara dengan asisten rumah tangga kami di rumah. “Bu, harganya jadi 70 ribu…,” katanya.
 
“Emangnya apa saja yang dibeli Mbak?” balas istri saya.
“Sayur sama bumbu-bumbu, Bu….” Jawab si Mbak.
“Sekarang beli sayur dan bumbu saja sudah tujuh puluh ribu?” demikian terdengar suara istri saya lagi. “Baguuuuuuuussss…..” tambahnya.
 
Pas kata ‘bagus’ itu, saya seperti sedang mendengar sebuah nyanyian dari lagu melayu di tahun delapan puluhan. Mengalun merdu mendayu-dayu. Tapi seperti para suami lainnya dong; saya tidak mau terlampau ambil pusing dengan urusan harga sayuran.
 
“Coba kamu tanya Yono, ini harganya berapa aja…” terdengar lagi suara istri saya. “Ibu nggak akan nawar. Cuma pengen tahu aja harga masing-masingnya berapa.” Lanjutnya. Yono itu tukang sayur keliling langganan kami. Setelah terdengar suara ‘iya bu’ saya tidak mendengar apa-apa lagi.
 
Ketika ada kesempatan jeda, saya beranjak dari meja kerja. Sudah tidak ada pikiran apa-apa lagi soal harga sayur itu. Namun, maklum rumah kami ini ‘dekat kemana-mana’ gitu loh, sehingga akhirnya melintas juga ke dapur. Lalu secara reflex saya melirik kearah belanjaan si Mbak. Dan ketika melihat apa saja yang bisa dibeli dengan tujuh puluh ribu rupiah itu… saya jadi miris sendiri. ‘Gile, belanjaan seuprit begini menghabiskan uang sebanyak itu?’. Sungguh, itulah yang terbersit dibenak saya.
 
Alhamdulillah. Hingga hari ini, Allah membukakan pintu rejeki untuk kami agar bisa hidup dengan normal. Cukup saja untuk memenuhi kebutuhan hidup bergaya sederhana. Yaaa.. seperti masyarakat Indonesia pada umumnya lah. Alhamdulillah, pokoknya. Sekalipun begitu, tetap saja ada pertanyaan dalam hati; apakah sudah sedemikian tingginya biaya hidup kita dizaman ini? Bukan soal kebayar atau tidak sih. Tetapi, memikirkan betapa harga-harga bergembira ria dan berlompatan hingga berterbangan keangkasa raya begitu rasanya ada sesuatu yang tengah terjadi di dunia yang kita huni ini.
 
Kenyataannya, penghasilan kita rata-rata kan tidak bisa naik seperti terampilnya harga-harga itu menapaki tangga ke puncak julangnya kan? Hebat, jika pikiran Anda tidak terusik sama sekali. Itu tandanya pendapatan Anda sudah sangat tinggi sekali sehingga tidak terusik oleh berapapun harga daging sapi. Cabai merah. Garam. Sayur mayur. Dan bumbu-bumbu. Kalau Anda belum sampai ke level itu, mungkin Anda seperti saya. Kita memikirkan bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik. You are not alone my friend. Kita tingkatkan ikhtiarnya lagi yah.
 
Iyya sih. Ikhitiar mah kita kan nggak pernah putus. Tapi, wajar juga dong kalau kadang bertanya juga;”Kenapa sih orang lain kok kayaknya gampang banget dapat ini dan itu? Rumahnya megah. Mobilnya juga mewah. Tampaknya uang mereka nggak berseri gitu deh?”
 
Wajar kok bertanya begitu. Tetapi, kita juga mesti realistis kan? Misalnya saja. Di zaman ini memang banyak orang yang hartanya melimpah ruah. Namun tengok itu di televisi. Baca di koran. Simak berita di media masa. Tidak semua orang yang tajir itu mendapatkan harta mereka dengan cara yang terpuji loh. Selama kita masih punya iman. Kita tentu tidak tertarik untuk menghalalkan segala cara, bukan?
 
Bukannya kita tidak tertarik untuk menjadi orang kaya. Saya ingin menjadi orang kaya. Sedang berusaha terus agar bisa mewujudkan cita-cita itu. Tetapi, saya ingin mendapatkan kekayaan itu dengan cara-cara yang Tuhan suka. Anda juga begitu kan sahabat? Nggak gampang banget deh. Itulah yang kita rasakan. Tetapi sahabat, hal-hal yang bernilai tinggi biasanya kan tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mendapatkannya bukan?
 
Saya paham benar, bahwa memang ada jalan pintas untuk menuju kepada kekayaan. Ada cara gampang untuk memperoleh keberlimpahan. Di level pegawai yang menduduki posisi basah, kita sudah pada tahu rahasia umum yang biasa ditempuh sekelompok orang. Cepat bertambah pundi-pundinya. Tapi saya dan Anda, tentu tidak menginginkan yang seperti itu. Karena cara seperti itu, jelas sekali buruknya dihadapan Tuhan. Bahkan dihadapan sesama manusia juga sangat rendah.

Saya memilih berbisnis kecil-kecilan saja. Meski hasilnya tidak seukuran paus, tetapi masih cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Kenapa tidak berbisnis besar biar hasilnya besar? Saya bilang; belum. Mulai dari kecil juga tidak keberatan. Insya Allah kelak akan perlahan-lahan menjadi besar juga.
 
Jika Anda bisa berbisnis besar saya seneng sekali mendengarnya. Namun, jika Anda juga memulainya sama seperti saya, marilah sahabat; kita saling memberi semangat. Agar tetap gigih berjuang. Dan tetap istikomah dijalan yang baik. Setidaknya, minim dari perilaku dan praktek-praktek berbisnis yang tidak patut.  Mari mulai sekarang juga. Karena akan sangat berat jika dimulai pada usia kita yang sudah terlampau tua.
 
Melihat orang lain yang kaya raya, memang sering membuat hati kita tergoda untuk mengambil jalan pintas. Toh semuanya terpampang dihadapan kita. Tetapi sahabatku, contohlah perilaku mereka yang kaya raya melalui usaha yang baik. Dengan cara berusaha yang bermartabat. Mari menghindarkan diri dari mencontoh mereka yang kaya raya dari  menghalalkan segala cara.
 
Tidak usah terlampau silau dengan kekayaan orang lain yang melimpah ruah, sahabat. Karena dengan ikhtiar yang pantang menyerah pun, mungkin kita bisa mendapatkan keberlimpahan yang sama. Jika kita gigih memperjuangkannya. Namun, jangan lupa juga untuk terus berdoa. Agar Tuhan menunjukkan jalan yang disukaiNya. Sehingga kita bisa terhindar dari cara-cara nista.  Mengapa demikian sahabat? Karena untuk setiap harta yang kita miliki akan ada 2 jenis pertanyaan. “Pertama, bagaimana kamu mendapatkan harta itu? Dan kedua, bagaimana cara kamu membelanjakannya.”
 
Oleh karenanya sahabatku, mari terus berjuang untuk mendapatkan nafkah dengan cara yang baik. Dan mari kita gunakan apa yang sudah kita miliki ini untuk hal-hal yang juga baik. Agar mudah kita menjawab kedua pertanyaan itu. Sehingga kelak, kita mendapatkan hadiah seperti yang Tuhan janjikan dalam surah 8 (Al-Anfal) ayat 4: “ …Mereka akan mendapatkan derajat yang tinggi disisi Tuhannya. Dan ampunan. Serta rezeki yang mulia.” Maukah Anda meraih rezeki yang mulia seperti itu sahabatku? Saya, mau.
 
Catatan kaki : 
Rezeki kita sudah ditentukan ukurannya. Yaitu sesuai dengan ukuran ikhtiar yang kita lakukan. Dan sudah ditentukan baik buruknya. Yaitu, sesuai dengan baik atau buruk cara mendapatkan dan membelanjakannya.


Diambil dari
-Dadang Kadarusman-

Kamis, 11 Juli 2013

Menyempurnakan Kebahagiaan Dunia Akhirat dengan Bacaan Al-Qur`an




Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang pernah diterima oleh para rasul. Mukjizatnya tidak hanya dari segi kedahsyatan dan keajaibannya yang sangat luar biasa, tapi juga berlangsung sepanjang zaman serta dapat dirasakan oleh seluruh makhluk. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat menandinginya, sekalipun hanya membuat satu surat. Al-Qur`an memiliki limpahan keutamaan yang tidak terhingga. Apa saja bukti keutamaannya?

Salah satunya ialah keutamaan bagi yang membacanya. Tidak ada nilai pahala yang paling tinggi dalam sebuah bacaan yang diberikan Allah sebanding dengan pahala membaca Al-Qur`an. Allah memberi pahala 10 kali lipat dari setiap huruf bacaan Al-Qur`an. Jika kita membacanya satu ayat saja, tentu pahalanya bisa mendapat beribu-ribu kebaikan. Bagaimana jika satu surat, satu juz, atau lebih? Subhanallah, sungguh Allah Maha Pemurah atas segala karunia-Nya.

Selain itu, Anda juga akan mendapatkan keutamaan lainnya yang sama dahsyatnya. Keutamaan ini benar-benar akan berpengaruh positif dalam hidup Anda. Paling sedikit, ada sembilan keutamaan yang diperoleh dari kebiasaan membaca Al-Qur`an, mulai dari mendapatkan ketenangan, kesehatan fisik, mencerdaskan otak, lancar rezeki, sembuh dari penyakit, kemudahan masuk surga, hingga mendapat syafa’at di alam kubur.

Al-Qur`an menjadi obat superdahsyat bagi penyakit lahir dan batin. Karenanya, bagi yang mengalami kegundahan hati, kegalauan, keputusasaan, kekecewaan, kesedihan, dan sejenisnya, hendaklah sering membaca Al-Qur`an. Keberkahannya, niscaya akan menenteramkan hati dan pikiran sehingga diperoleh kedamaian dan kebahagiaan hidup. Allah SWT berfirman,

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57).

Di dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw bersabda,

“Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah untuk membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan pasti turun kepada mereka ketenangan. Mereka diliputi oleh rahmat, dikerumuni para malaikat, sebagai orang-orang yang dekat di sisi-Nya.” (HR. Muslim).

Begitu pula dengan penyakit lahir yang diderita anggota tubuh, dapat sembuh atas mukjizat Al-Qur’an. Hal ini telah dialami banyak orang dan berbagai penyakit yang tersembuhkan, mulai dari zaman Rasulullah hingga sekarang. Bagaimana halnya dengan kemudahan jalan rezeki, kecerdasan otak, mencegah bencana, dan lain sebagainya, dapat terbukti dengan membaca Al-Qur`an?

Buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur`an terbitan RuangKata ini akan menjelaskannya untuk Anda secara lengkap dan jelas. Buku ini tidak hanya menjelaskan tentang dahsyatnya keutamaan membaca Al-Qur`an, tapi juga mengupas keajaiban dan mukjizat Al-Qur’an. Buku ini ditulis oleh Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari untuk menjelaskan keistimewaan Al-Qur`an sekaligus untuk memotivasi umat Islam agar membiasakan diri membaca Al-Qur`an demi mendapatkan mukjizatnya yang luar biasa dalam kehidupan nyata.

Di dalam buku ini dibuka dengan penjelasan keistimewaan Al-Qur`an, mulai dari pengertian, kemukjizatannya, kandungannya, hingga fungsi Al-Qur`an bagi manusia. Kemudian dalam bab selanjutnya, dibahas tentang kewajiban muslim terhadap Al-Qur`an, keutamaan membaca Al-Qur`an, 10 surat Al-Qur`an yang memiliki khasiat atau keutamaan superdahsyat, dan ditutup dengan kisah nyata orang-orang yang telah mendapatkan keajaiban dari membaca Al-Qur`an.

Di ambil dari
-www.ruangkata.com-

Rabu, 10 Juli 2013

Mengejar Bayaran Berkali-kali Lipat




Berapa Anda dibayar untuk pekerjaan itu? Ehm.., rahasia dong ya. Kalau bayarannya besar, Anda tentu tidak ingin kolega lain pada iri. Dan kalau bayarannya kecil, Anda tentu setuju jika mertua tidak perlu tahu. Rahasia pribadi deh pokoknya. Tapi, mari kita mengandaikan Anda sudah dibayar dengan angka yang layak. Lalu kepada Anda diberitahukan bahwa bayaran itu akan dilipatgandakan. Pertanyaan; apakah Anda akan semakin giat dalam bekerja? Ah. Tentu saja dong ya. Kalau soal bayaran yang dilipatgandakan, tidak jadi soal lagi berapa bayaran kita sekarang. Yang masih kecil pasti senang. Yang bayarannya sudah besar juga dijamin gembira. Betul demikian, kan?
 
Sejauh yang saya ketahui, orang selalu senang jika gajinya dinaikkan. Apa lagi kalau sampai dilipatgandakan. Setiap kali kita mendapatkan surat keputusan tentang kenaikan gaji, kita merasa lebih gembira dari sebelumnya. Kita pun tidak keberatan untuk bekerja lebih baik dari sebelumnya. Yaaah… setidaknya untuk beberapa minggu pertama setelah kenaikan gaji itu. Wajar dong. Kita bekerja lebih baik kalau dalam keadaan senang, kan? Namun kemudian, kita mendapati bahwa gaji yang sudah naik itu tetap tidak bisa mengimbangi kenaikan kebutuhan hidup. Makanya, semangat kerja kita melempem lagi beberapa minggu kemudian. Bahkan, dalam hati kita mulai ngedumel lagi; masak sih, kerja banting tulang kayak gini digaji cuman segini….
 
Oleh karenanya sahabatku. Saya menawarkan kepada Anda bayaran yang belipat ganda. Bayaran ini, tidak diberikan kepada semua orang. Melainkan hanya kepada orang-orang tertentu yang mengharapkannya. Dan secara sadar memenuhi syarat-syaratnya. Memangnya ada imbalan yang berlipat ganda seperti itu? Ada dong. Bahkan selain berlipat ganda itu, bayaran yang satu ini tidak bisa habis. Gaji Anda – berapapun besarnya itu – dijamin bakal habis untuk menutupi kebutuhan hidup. Kalau pun sudah tinggi sekali, juga akan tetap habis untuk membiayai gaya hidup yang semakin merangkak kelasnya, kan? Nah bayaran yang berlipat ganda ini nggak ada habis-habisnya Mas Bro.  
 
Gimana caranya mendapatkan bayaran yang seperti itu?
Gampang. Cukup meniatkan semua pekerjaan yang Anda lakukan itu sebagai amal baik yang Anda tebarkan untuk orang lain. Jika Anda seorang salesman, misalnya. Niatkanlah untuk menjalani hari-hari berjualan Anda demi menolong konsumen mendapatkan produk terbaik dalam memudahkan hidupnya. Niatkanlah untuk memberikan solusi terbaik kepada konsumen Anda. Maka Anda pun pasti bekerja lebih jujur. Lebih sungguh-sungguh. Dan lebih peduli dengan kepentingan pelanggan Anda. Bayangkan jika sebagai salesman itu Anda bekerja untuk menolong pelanggan Anda. Apakah ada yang bisa menghalangi Anda untuk menyediakan produk terbaik dengan harga terbaik bagi mereka? Jika demikian, apakah ada orang yang bisa menghalangi Anda dari keberhasilan menjual kepada mereka? Nggak bakal ada. Anda. Dijamin lebih berhasil dalam menjual.
 
Jika Anda orang pabrik. Misalkan saja pabrik pembuat bata merah. Niatkan selama mengangkut dan membentuk tanah itu Anda dedikasikan untuk membuatkan bata merah yang paling baik sedunia. Demi kebaikan orang yang memakainya kelak. Agar bata merah buatan Anda itu benar-benar kokoh. Enak dilihat. Dan bisa memberi perasaan tenteram dihati calon penggunanya. Anda bikin deh sebagus-bagusnya. Agar siapapun yang memandangnya tertarik kepadanya. Supaya siapapun yang membuat rumah dengan bata merah buatan Anda akan puas dengan hasilnya. Biar aman, mereka tinggal didalam bangunan yang kelak dibentuknya. Setiap kali Anda tahu ada orang yang membuat rumah dengan batu bata buatan Anda, maka Anda akan tersenyum bahagia. Karena Anda percaya, bahwa orang itu telah menggunakan produk terbaik yang Anda buat itu.
 
Jika Anda petugas cutomer service. Niatkanlah setiap kali Anda menerima telepon dari pelanggan itu untuk membantu pelanggan mencarikan solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Anda ada untuk mendengarkan keluh kesah mereka. Lalu memberikan penyelesaian yang membuat mereka bahagia. Sekalipun mereka bicara dengan nada yang marah, itu tidak akan berpengaruh kepada suasan hati Anda. Justru membuat Anda semakin ingin untuk membantu mereka melepaskan diri dari situasi yang membuat mereka kesal itu. Setiap kali permasalahan pelanggan Anda diselesaikan, Anda merasa lega. Dan setiap kali ada pelanggan lainnya yang mengadu kepada Anda, justru Anda kembali melihat kesempatan untuk menanam benih kebaikan kepada mereka. Dan sepanjang perjalanan pekerjaan itu; Anda senantiasa bahagia.
 
Jika Anda manager. Niatkanlah kehadiran Anda dikantor untuk melayani anak buah Anda. Membantu mereka mengejar cita-citanya. Menolong mereka mewujudkan harapan-harapannya. Memfasilitasi proses belajar mereka sehingga kelak bisa menapaki jenjang karir yang lebih baik. Maka setiap kali anak buah Anda membutuhkan, Anda selalu ada untuk mereka. Dan Anda, dengan telaten membimbing mereka. Kelak, anak buah Anda ada yang bagus. Lalu karirnya berkembang terus. Anda pasti merasa senang. Bahkan, diantara mereka ada sedemikian bagusnya sehingga kini karirnya melampaui Anda sendiri. Dengan niat yang tulus tadi, Anda tetap riang hati menyikapinya.
 
Lantas, dimanakah letaknya bayaran berlipat-lipat itu? Begini. Pertama, rasa suka cita selama Anda bekerja. Bukankah sekarang ini banyak orang yang bekerja secara terpaksa? Mengeluh tentang ini dan itu tanpa bisa keluar dari lingkaran rutinitas kerjanya. Perhatikanlah, bahwa ketenteraman batin yang Anda dapatkan dari bekerja dengan niat yang tulus itu merupakan bayaran tersendiri. Kedua. Ketika Anda melihat orang lain yang Anda layani merasa puas dengan hasil kerja Anda. Lalu Anda dipuji. Atau mereka datang kembali kepada Anda. Karena mereka mempercayai Anda. Dimata mereka, Anda adalah seorang professional yang tiada duanya.  Sungguh, itu adalah imbalan yang tak ternilai harganya.
 
Ketiga. Beruntunglah orang-orang yang bekerja dengan niat untuk memberi manfaat kepada orang lain. Dengan tujuan untuk memberikan kebaikan kepada orang-orang yang dilayaninya. Sebab. Bagi mereka Tuhan menjanjikan imbalan sesuai firman ini; “Barangsiapa berbuat kebaikan. Dia mendapatkan sepuluh kali lipat dari amal baiknya.” Janji itu tertera dalam surah 6 (Al-An’am) ayat 160. Sahabatku, tidak ada tempat yang bisa memberi kita kesempatan untuk berbuat kebaikan selain kantor kita. Karena di kantor, kita bisa berbuat baik bahkan tanpa modal sedikitpun. Melalui pekerjaan itu, kita bisa beramal baik. Asal kita meniatkan untuk berbuat kebaikan. Dan untuk setiap kebaikan yang kita lakukan melalui pekerjaan itu. Kita diberi imbalan berkali-kali lipat. Imbalan yang bermanfaat. Baik di dunia, maupun diakhirat.
 
Catatan Kaki:
Tidak ada jual beli yang memberikan keuntungan berkali-kali lipat. Seperti berlipatnya pahala kebaikan yang diberikan kepada orang-orang yang mengerjakan tugas-tugasnya dengan niat yang tulus. Dan perasaan yang ikhlas….
 
-Dadang Kadarusman-
 

Minggu, 07 Juli 2013

Menjadi Seorang People Builder

 
 
 
Mari perhatikan para atasan di kantor kita. Cermati bagaimana mereka menjalankan tugas kepemimpinannya. Sejauh yang saya ketahui, kebanyakan atasan hanya terpaku pada angka-angka yang mesti dicapainya. Atau target-target yang mesti dipenuhinya. Misalnya, atasan team sales dan marketing yang sekedar mengejar angka penjualan. Maupun atasan untuk team lainnya yang hanya mengejar deadline atau KPI yang mesti diraihnya. Hanya sedikit. Saya berani bilang, hanya sedikit yang masih memikirkan dan melakukan tindakan-tindakan nyata untuk mengembangkan anak buahnya. Anda, termasuk atasan yang seperti apa?
 
Di kelas training leadership saya, setiap peserta bebas menyampaikan apa saja yang terkait dengan tantangan kepemimpinan yang dihadapinya. “Kalau begini terus kan saya bisa babak belur Pak….” Demikian ‘curcol’ yang cukup sering saya dengar. Penyebab babak belur yang dimaksud oleh para leader ini adalah karena anak buahnya yang sudah bagus-bagus malah ‘diambil’ oleh departemen lain. “Jadinya saya mesti merekrut orang baru lagi Pak.” Katanya. “Saya mendidiknya lagi.” Tambahnya. “Begitu anak baru sudah bagus lagi, eeh.. diambil lagi oleh departemen lain. Gimana nggak pusing coba, Pak..?” tutupnya.
 
Untuk soal ini, saya tidak membacakan apa yang tertulis dalam text book. Saya juga tidak tertarik untuk menghibur atasan tersebut dengan nasihat atau ceramah berisi kata-kata bijak. Saya justru membagikan cerita dari pengalaman saya sendiri ketika memimpin team. Karena – Alhamdulillah – saya sendiri mengalami hal yang sama seperti meraka, ketika dulu masih bekerja.
 
Menurut pendapat saya, justru orang-orang seperti kita ini dianugerahi sebuah kemampuan yang jarang dimiliki oleh orang lain. Perhatikan baik-baik-baik bagaimana Tuhan memberi kita kemampuan untuk mengembangkan orang-orang yang baru direkrut. Kemudian membantu mereka menjadi karyawan yang handal. Disisi lain, perhatikan betapa banyak atasan yang sering pusing karena membutuhkan karyawan handal. Lalu mereka melihat karyawan yang memenuhi kriteria bagus itu ada di team kita. Lantas mereka memintanya kepada kita. Bukankah itu sebuah anugerah yang langka? Lantas jika itu terjadi pada Anda, akan Anda berikan anak buah Anda yang bagus itu atau tidak?
 
Bergantung yang memintanya ya. Jika posisinya lebih tinggi dari kita, ya mau tidak mau dong kita berikan juga. Tapi, kalau bisa sih kita pertahankan saja untuk menjamin agar kinerja team kita tetap bagus. Artinya Anda terpaksa kan? Kalau saya, justru ‘memajang’ anak buah terbaik itu untuk ‘diambil’ oleh kolega-kolega leader di team yang lain. Jika kebanyakan atasan melakukannya dengan berat hati, saya justru mengiringinya dengan gembira. Anda yang meragukannya mungkin bertanya; “Apa iyya bisa begitu?” Saya bilang, bisa. Anda pun bisa. Asal paham strategynya.
 
Ada strategynya?
Ada. Sederhana kok. Semudah menghitung 1, 2 dan 3 saja. Karena memang terdiri dari 3 aspek saja. Jika tertarik, Anda bisa melakukannya seperti ini: Satu, ikut terlibat secara aktif dalam proses rekrutmen anak buah kita. Kebanyakan leader tinggal terima saja kalau merekrut anak buah. Ada yang karena systemnya memang begitu, dan ada juga yang karena tidak mau susah. Saya, tidak mau melepaskan proses rekrutmen anak buah kepada team HR. Tentu saja saya tetap bekerjasama dengan mereka, tetapi; saya dan team saya sendirilah yang memegang kendalinya. Team HR, mengambil peran sebagai mitra.  Dengan begitu, saya bisa mendapatkan karyawan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakter pekerjaan di team kami.
 
Kedua, menggali potensi dan mengembangkan mereka. Berdasarkan survey skala besar yang dilakukan secara global pada umumnya karyawan merasa potensi dirinya tidak dikembangkan secara optimal. Mereka merasa perusahaan atau atasannya tidak cukup memberi ruang untuk memungkinkan potensi dirinya tergali. Saya melihat bahwa – sebagai atasan – kita mempunyai peran yang sangat penting. Lihat saja deh, kenyataan disekitar kita. Faktanya, kebanyakan atasan hanya fokus pada angka-angka, kan? Dan sering lupa mendidik anak buahnya. Bahkan, banyak atasan yang hanya memberikan briefing lalu melepaskan anak buahnya ke lapangan begitu saja. Fungsi atasan sebagai ‘coach’ sudah lama hilang di banyak perusahaan. Inilah tahapan kedua yang mesti kita mainkan.
 
Ketiga, mengekspor anak buah kita ke departemen lain. Kebanyakan atasan maunya ngekepin terus anak buahnya yang bagus. Makin bagus, makin dijagain. Berat banget rasanya kalau harus melepaskan mereka untuk atasan di departemen lain. Saya, berbeda. Justru kitalah yang semestinya ‘mengekspor’ anak buah yang sudah bagus itu agar bisa pindah ke departemen lain. Pada awalnya memang berat. Tetapi jika sudah menjadi kebiasaan, akan terasa ringan. Bahkan, Anda bisa menjadikan kebiasaan itu sebagai mendorong anak buah Anda yang lainnya agar bekerja sebaik-baiknya. Anak buah bisa lebih terbuka dengan aspirasi masing-masing. Dan kita, boleh menuntut komitmen mereka untuk menunjukkan kinerja dan kemampuan terbaiknya.
 
“Iya, tapi kita kan bisa babak belur kalau anak buah yang bagus dibajak terus?” Pikiran itu masih mengganggu Anda?   Wajar waja sih.
 
Kekhawatiran itu timbul karena selama ini proses ‘pengambilan’ anak buah yang handal dari team Anda itu tidak dilakukan secara terencana. Makanya, Anda kalang kabut.   Anda gundah, karena semuanya terjadi begitu saja. By accident, kalau boleh dibilang. Mulai sekarang, Anda mesti merencanakannya. Perhatikan lagi ketiga strategy yang saya bahas diatas. Lalu, bangunlah sebuah visi untuk menjadikan unit kerja yang Anda pimpin itu sebagai supplier karyawan handal bagi departemen lain di perusahaan. Bangun sebuah image sehingga jika ada atasan di departemen lain mencari talenta bagus, mereka akan menghubungi Anda.
 
Untuk bisa melakukannya Anda harus menjalankan ke-3 stratey itu secara simultan. Dengan demikian, Anda tidak akan mengalami kehilangan anak buah yang bagus tanpa persiapan atau kesiapan anak buah lain yang sanggup mengambil alih peran yang ditinggalkannya. Anak buah Anda pun semakin terpacu karena menyadari bahwa ada peluang dan kesempatan yang terbuka lebar untuk mengembangkan karirnya. Sedangkan para atasan di departemen lain terbantu dalam penyediaan sumber daya manusia yang bagus. Dan secara keseluruhan, perusahaan terus berkembang.
 
Sahabatku. Jika Anda bisa begitu. Maka Anda sudah menjadi atasan yang langka. Yang bukan hanya sekedar mengejar angka-angka. Melainkan atasan yang bisa memimpin anak buah untuk kebaikan masa depan karir mereka. Bayangkan jika di semua departemen lain di perusahaan Anda ada mantan anak buah Anda. Dan bayangkan ketika Anda bisa berkontribusi pada kesuksesan mereka. Saat melihat karir mereka berkibar, bukankah dalam hati Anda ada rasa bahagia? Sejauh yang saya rasakan, rasa bahagia itu melampaui gaji, bonus atau imbalan material apapun yang kita dapatkan. Karena kesuksesan yang bisa diraih oleh mantan anak buah kita itu, memberikan rasa puas didalam jiwa kita.
 
Guru mengaji saya pernah menasihatkan bahwa untuk para pemimpin yang baik, Tuhan menjanjikan kemudahan dalam proses perhitungan amalan baik dan buruk di hari perhitungan kelak. Mari sahabatku, kita gunakan amanah kepemimpinan ini untuk melakukan yang terbaik bagi orang-orang yang kita pimpin. Agar kelak ketika berdiri dihadapan Sang Pencipta, kita boleh mengatakan; “Tuhan. Telah kutunaikan tugas kepemimpinan yang Engkau amanahkan di pundakku. Dengan sebaik-baiknya…..”
 
Catatan Kaki:
Banyak atasan yang hanya mengejar angka-angka. Namun hanya sedikit yang peduli kepada perkembangan karir anak buahnya. Padahal, angka akan hilang ditelan masa. Sedangkan kebaikan kita kepada orang lain, akan tetap tercatat dalam rekaman semesta raya. 
 
- Dadang Kadarusman -
 

Kamis, 27 Juni 2013

Lakukan 9 Hal Ini, Maka Pria Akan Jatuh Cinta Pada Anda




Vemale.com - Ada wanita yang mudah dicintai semua orang, ada wanita yang dihindari banyak orang. Membuat orang lain jatuh cinta pada Anda sesungguhnya dimulai dari diri sendiri.
Lakukan trik ini dan Anda akan kagum dengan hasilnya!
Cintai Diri Sendiri
Jangan meminta orang lain mencintai Anda sebelum Anda bisa mencintai diri sendiri terlebih dahulu. Jika Anda tidak bisa mencintai diri sendiri, bagaimana orang lain mau mencintai Anda?
Bahagia
Orang-orang yang bahagia lebih disukai. Sudah jelas.. siapa yang tahan dekat-dekat dengan wanita yang selalu sedih sepanjang waktu/
Perhatikan Penampilan
Yup, perhatikan penampilan Anda. Anda tidak harus dandan menor, karena semua orang lebih menerima seseorang yang rapi dan bersih. Pastikan rambut Anda bersih dan rapi. Pakai bedak secukupnya, maskara, dan lipstik warna natural. Perhatikan juga pakaian yang Anda pakai, apapun itu, harus membuat Anda nyaman. Intinya, bersih dan rapi setiap saat itu harus.
Jadilah Ramah dan Menyenangkan
Ramah, murah senyum, santai dan tidak cepat marah adalah beberapa hal yang bisa Anda usahakan. Jangan pernah memaki-maki orang atau mengeluarkan sumpah serapah. Jangan membeda-bedakan teman. Jika Anda berjanji, sebisa mungkin tepati. Jangan lupa pakai kata "Tolong", "Maaf" dan "Terima kasih". Jadilah wanita yang ramah dan menyenangkan, maka semua orang akan menyukai Anda.
Hindari "Leave Me Alone"
Hidup tidak selalu mulus, kadang ada hal-hal mengesalkan yang membuat murung, sedih dan marah. Sebisa mungkin jangan melampiaskan kekesalan pada orang lain (apalagi yang tidak ada hubungannya dengan masalah Anda). Jika ada yang bertanya mengapa Anda murung, lebih baik jawab saja, "Aku sedang ada masalah dengan orang tuaku, dan itu sedikit menyita pikiran." Itu lebih baik daripada bilang, "Tinggalkan aku sendiri,"
Lebih Peka dan Sensitif
Saat teman atau orang yang Anda sayangi memiliki masalah atau terlihat murung, jangan cuek saja. Bantulah mereka. Kalau Anda bingung harus membantu apa, sebuah pelukan dan kalimat penyemangat akan sangat membantu. Jangan pelit juga membantu teman yang dalam kesulitan, misal keberatan membawa barang, segera tawarkan bantuan, tidak perlu menunggu sampai dia meminta bantuan.
Jadi Pendengar Yang Baik
Banyak orang ingin menunjukkan kehebatan dengan banyak bicara, padahal cara terbaik mengenal seseorang dan memahami isi hati yang sesungguhnya adalah mendengarkan. Jadilah pendengar yang baik, jangan menyela ucapan, lalu berilah masukan atau apapun dari sudut pandang Anda (jika dirasa perlu) setelah obrolan selesai.
Terima Bahwa Diri Sendiri Tidak Sempurna
Ada banyak wanita lain yang menurut Anda lebih cantik, lebih seksi, lebih kaya, lebih segala-galanya. Jangan sampai hal itu membuat percaya diri Anda hilang. Terimalah bahwa Anda memiliki kekurangan, dan itu adalah bagian dari diri Anda. Jika Anda selalu membandingkan diri dengan kelebihan orang lain, Anda jadi tidak punya waktu untuk bersyukur.
Jangan Pelit Senyum
Senyum adalah makeup paling indah yang diciptakan Tuhan untuk manusia. Jangan pernah pelit memberikan senyum Anda. Anda jadi lebih bahagia, orang yang melihat senyum Anda juga bahagia.

- Diambil dari vemale.com -

Selasa, 08 Januari 2013

4 Jenis Cinta Berdasarkan Hormon





Dilansir dari geniusbeauty.com, seorang antropologis bernama Profesor Helen Fisher, menemukan bahwa cinta sebenarnya merupakan aktifitas gabungan dari beberapa hormon. Dari hipotesis ini, ia membagi perasaan cinta menjadi 4 jenis. Profesor Fisher mengklaim bahwa cinta muncul ketika manusia mengaktifkan beberapa hormon.
Di antaranya adalah dopamine, serotonin, estrogen dan testosteron. Dopamine berfungsi untuk reaksi emosional dan mental, sementara serotonin membawa perasaan bahagia dan mood positif. Estrogen menimbulkan perasaan bagi wanita, sementara testosteron bertanggung jawab pada hasrat dan libido.
Inilah keempat jenis cinta menurut hormon tersebut.
1. Tipe Dopamine
Seseorang dengan dopamine yang mendominasi memiliki hasrat dan ketahanan cinta yang rendah. Orang dengan tipe ini hanya akan 'membara' cintanya saat masa penjajakan. Namun dengan cepat akan memudar.
2. Tipe Serotonin
Para pecinta dengan dominasi hormon serotonin adalah lawan dari dopamine. Lebih tahan lama dan tangguh dalam hubungan percintaan. Menurut penelitian Helen Fisher, jenis orang seperti ini menggunakan rasa sakit untuk membangun hubungan dan memiliki hubungan cinta yang mendalam.
3. Tipe Estrogen
Tipe estrogen sangatlah lembut dan cenderung rentan. Tipe pecinta seperti ini sangat kaya dengan emosional dan sentimentil serta berbagai macam babak dalam hubungan cinta mereka.
4. Tipe Testosterone
Para pecinta dengan tipe testosterone lebih cenderung egois dan kadang semena-mena. meski begitu, mereka sangat fokus dalam membangun keluarga. Hanya saja, mereka ingin membangun hubungan hanya bersumber dari cara pandang mereka.
Fakta menarik ini bisa jadi referensi Anda untuk mempelajari hubungan Anda sendiri atau hubungan cinta orang-orang terdekat Anda. Termasuk yang manakah tipe Anda, Ladies?

Di ambil dari Vemale.com

Kamis, 20 Desember 2012

Semua Wanita Ingin 5 Hal Ini di Diri Pasangannya





Tak mudah bagi wanita untuk melupakan mantan kekasih yang begitu terlihat sempurna seperti yang didambakannya. Tak heran jika problem 'melupakan mantan' menjadi hot topic yang tak usai dibicarakan.
Bisa dipahami benar, bila wanita mendambakan sosok pasangan yang tak hanya sekedar bisa 'ngemong' dan 'mapan'. Mau tahu apa saja yang sebenarnya diinginkan wanita dalam setiap diri pasangannya?
Cinta dan perhatian
Sebuah hubungan yang tak dilandasi cinta dan perhatian dalam waktu yang tak lama akan segera kandas. Sedemikian besarnya kekuatan cinta sampai membuat banyak rumah tangga dan hubungan jadi berantakan.
Suami yang terlalu sibuk sendiri dan tak memberi cukup perhatian, membuat istrinya jadi doyan selingkuh.
Pasangan yang tak menunjukkan cinta seperti pasangan lain, akan segera menemui kata perpisahan.
Lantas bagaimana nenek kakek dulu yang menikah tanpa cinta?
Siapa bilang mereka menikah tanpa cinta? Yang benar adalah, mereka kebanyakan menikah karena dijodohkan. Namun kemudian di dalam hubungan rumah tangga, mereka menumbuhkan cinta pada masing-masing pasangan. Itulah mengapa banyak pasangan awet di jaman dahulu.
Protektif, bukan posesif!
Pria yang bisa menjaga dan melindungi akan lebih bisa dihormati oleh wanita ketimbang yang doyan melarang ini itu. Pria posesif akan menjadi pengekang bagi wanita. Dan ibarat pasir dalam genggaman, ia akan segera habis jika genggamannya terlalu erat.
Jujur.
Jaman sekarang siapa sih yang selalu berani jujur dan blak-blakan pada pasangan? Hanya sekian persen saja kejujuran yang ditunjukkan setiap hari pada pasangan.
Tak percaya?
Cek saja laptopnya. Dia bilang film dewasa hasil copyan dari temannya sudah dihapus, nyatanya masih disembunyikan di folder khusus dengan label 'HIDDEN'.
Eh, tapi Anda juga harus adil. Jika Anda ingin pasangan jujur, Anda juga tak boleh posesif dan merampas haknya sebagai seorang pria. Anda hanya perlu bersikap protektif saja.
Momen romantis berdua.
Secuek apapun dan semandiri apapun seorang wanita, ia selalu mendambakan momen-momen romantis dengan pasangannya. Meskipun itu mungkin hanya duduk berdua di dalam remang-remang ruangan dan menonton film di rumah saja. Atau ngobrol-ngobrol sembari berpelukan dan bercanda ringan.
Hmmm... momen seperti itu sudah jarang dilakukan, terutama bagi pasangan yang sibuk dengan kegiatan sendiri-sendiri. Privasi. Itulah yang dibutuhkan setiap pasangan untuk tetap membuat nyala api di hatinya tetap membara.
Shopping.
Setiap wanita itu doyan shopping. Hanya pria yang bisa mengerti hobby wanita yang satu inilah yang akan menjadi raja di hati. Yah, tentunya kita sendiri harus tahu diri dan mengerti sampai di mana batasan shopping itu boleh menjadi hobby.
Kalau toh lebih besar pasak daripada tiang, itu kan namanya juga bunuh diri.
Setuju dengan 5 hal di atas?

Diambil dari www.vemale.com